On Senin, 03 Desember 2012


Pembayaran tunjangan profesi guru di berbagai daerah di Indonesia hingga Minggu (2/12/2012) tidak utuh diterima guru sebanyak 12 bulan. Pemerintah daerah beralasan dana yang dikucurkan dari pemerintah pusat memang tidak mencukupi.

"Pembayaran tunjangan profesi guru selalu kacau. Kami menutut ada perbaikan dalam sistem pembayaran tunjangan profesi guru," kata Iwan Hermawan, Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia.

Iwan mencontohkan, pembayaran tunjangan profesi guru di Kota Bandung tiap triwulan dilaporkan kurang Rp 10 miliar. "Menurut orang Kementerian Keuangan yang kami konfirmasi, alokasi APBN- nya kurang, tidak sesuai dengan usulan Kemendikbud. Akibatnya, Kota Bandung kekurangan Rp 40 miliar. Jadi, tahun 2012 ini hanya mampu membayar delapan bulan," kata Iwan.

Para guru bersertifikat di Kota Bandung tahun ini menerima tunjangan profesi guru untuk 8 bulan dari anggaran 2012 dan satu bulan dari sisa  anggaran tahun 2011. "Itulah keanehannya. Tapi yang jelas, data Kementerian Keuangan tidak akurat dengan data guru di daerah. Jadi, hampir seluruh Jawa Barat tahun 2012 kurang. Akan tetapi, Kemendikbud selalu menyalahkan daerah," kata Iwan.

Menurut Iwan, usai ujian sekolah pada pertengahan Desember ini komunitas guru Jawa Barat akan mendatangi Kemendikbud, Kemenkeu, dan membuat laporan ke Ombudsman. "Harus diusut kekurangan pembayaran tunjangan profesi guru yang terjadi setiap tahu,," kata Iwan.

Sumber Verifikasi