Tampilkan postingan dengan label windowsbie7. Tampilkan semua postingan

Foto Profil MI YaBakii Kalisabuk 01

Tampak Gugusan
 Tampak Depan
Tampak Samping

Info Meja 'Pintar' Tingkatkan Kemampuan Matematika Anak


Meja belajar dengan teknologi yang memungkinkan proses interaktif bisa membantu kemampuan matematika murid sekolah dasar. Hal itu diungkapkan oleh para peneliti di Universitas Durham, Inggris, berdasarkan proyek selama tiga tahun yang melibatkan 400 siswa berusia delapan hingga 10 tahun.

Dilengkapi dengan layar sentuh yang memungkinkan interaksi antar beberapa pengguna, meja 'pintar' itu dirancang, diproduksi, dan diuji oleh Universitas Durham. Dengan meja tersebut maka para murid bisa bekerja sama tanpa ada individu yang mendominasi.

Salah seorang peneliti, Dr Emma Mercier, mengatakan meja pintar itu membantu para siswa untuk menemukan beragam jawaban atas pertanyaan aritmetika.

Guru sedikit berinteraksi
Hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal pendidikan Learning and Instruction memperlihatkan meja pintar memungkinkan para murid berkolaborasi untuk menemukan jalan keluar. Ditambahkan bahwa siswa lebih terdorong untuk menggunakan ketrampilan matematika dalam memecahkan persoalan jika menggunakan meja pintar dibanding dengan menggunakan kertas.

"Kita bisa mencapai kepiawaian matematika melalui latihan, namun mendorong kemampuan siswa untuk menemukan berbagai jawaban atas persoalan matematika lebih sulit untuk diajarkan," tutur Dr Mercier.

Dengan menggunakan meja pintar yang dikembangkan Universitas Durham ini maka guru juga bisa mendapat masukan secara langsung dan memberikan bantuan setiap saat jika diperlukan.

"Belajar bersama berjalan dengan baik di kelas karena para siswa berinteraksi dan belajar dengan berbagai cara. Siswa menikmati pengerjaan matematika dengan cara ini dan selalu kecewa ketika mejanya dimatikan," tambag Dr Mercier.

Namun karena harga meja mahal maka masih diperlukan waktu yang panjang sebelum meja tersebut menjadi peralatan yang umum di sekolah-sekolah. Bagaimanapun, tim peneliti sudah berhasil menemukan beberapa cara untuk mengurangi biaya pembuatan meja pintar.
 
Sumber :BBC Indonesia

Info Guru Tidak Utuh Terima Tunjangan


Pembayaran tunjangan profesi guru di berbagai daerah di Indonesia hingga Minggu (2/12/2012) tidak utuh diterima guru sebanyak 12 bulan. Pemerintah daerah beralasan dana yang dikucurkan dari pemerintah pusat memang tidak mencukupi.

"Pembayaran tunjangan profesi guru selalu kacau. Kami menutut ada perbaikan dalam sistem pembayaran tunjangan profesi guru," kata Iwan Hermawan, Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia.

Iwan mencontohkan, pembayaran tunjangan profesi guru di Kota Bandung tiap triwulan dilaporkan kurang Rp 10 miliar. "Menurut orang Kementerian Keuangan yang kami konfirmasi, alokasi APBN- nya kurang, tidak sesuai dengan usulan Kemendikbud. Akibatnya, Kota Bandung kekurangan Rp 40 miliar. Jadi, tahun 2012 ini hanya mampu membayar delapan bulan," kata Iwan.

Para guru bersertifikat di Kota Bandung tahun ini menerima tunjangan profesi guru untuk 8 bulan dari anggaran 2012 dan satu bulan dari sisa  anggaran tahun 2011. "Itulah keanehannya. Tapi yang jelas, data Kementerian Keuangan tidak akurat dengan data guru di daerah. Jadi, hampir seluruh Jawa Barat tahun 2012 kurang. Akan tetapi, Kemendikbud selalu menyalahkan daerah," kata Iwan.

Menurut Iwan, usai ujian sekolah pada pertengahan Desember ini komunitas guru Jawa Barat akan mendatangi Kemendikbud, Kemenkeu, dan membuat laporan ke Ombudsman. "Harus diusut kekurangan pembayaran tunjangan profesi guru yang terjadi setiap tahu,," kata Iwan.

Sumber Verifikasi

Info Ujian Nasional Dievaluasi


Implikasi perubahan ujian nasional (UN) pada perubahan kurikulum 2013 disorot. Pemerintah diminta mengevaluasi UN, sebab sistem penilaian pun tidak semata dari tes.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, di Jakarta, Senin (3/12/2012), mengatakan penilaian ditekankan pada dua hal sekaligus yaitu proses dan output.

"Dua-duanya penting. Proses yang sekarang masih lemah kita perkuat lagi dalam evaluasinya," katanya. Pemerintah meyakini pelaksanaan UN sudah mengakomodasi penilaian yang memperhitungkan proses belajar siswa. Sebab, nilai UN hanya salah satu penilaian, ada tambahan penilaian dari sekolah.

"Uji publik kurikulum baru ini untuk menerima masukan yang dapat menyempurnakan kurikulum yang disusun pemerintah. Nanti kami kaji lagi bersama tim ahli untuk memperbaiki hal-hal yang kurang, termasuk dalam evaluasi," kata Nuh.

Pada beberapa uji publik, berbagai pemangku kepentingan pendidikan mendesak pemerinah mengembalikan UN sebagai pemetaan pendidikan. Selama UN masih berfungsi seperti saat ini, yakni penentu kelulusan, perubahan kurikulum 2013 tidak berdampak signifikan dalam perubahan pembelajaran di sekolah.

Sumber Verifikasi

Info Koran Masuk Sekolah Tingkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad mengatakan, Program Koran Masuk Sekolah dapat menjadi stimulus pemberdayaan Bahasa Inggris bagi para peserta didik.
“Pembelajaran Bahasa Inggris akan lebih berkembang dengan adanya interaksi peserta didik, guru, dan media,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad seusai menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) dengan Eksekutif Direktur The Jakarta Post Foundation Yulia Herawati tentang Program Koran Masuk Sekolah di Kemdikbud, Jakarta, Senin (19/12).
 
Turut menyaksikan penandatanganan MoU, Presiden Direktur Jakarta Post Jusuf Wanandi dan Presiden Direktur PT Chevron Pacific Indonesia, Abdul Hamid Batubara.
Menurut Hamid, program yang telah dimulai sejak 2007 ini akan dikembangkan ke 100 sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan di sembilan provinsi di Indonesia, yakni di Riau, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta.

“Setiap sekolah akan mendapatkan tiga eksemplar Jakarta Post (koran harian berbahasa Inggris) selama setahun untuk dijadikan pembelajaran di sekolah,” katanya.
Hamid menyampaikan, sejak 2004 dengan penerapan kurikulum berbasis kompetensi, pengajaran bahasa Inggris telah menggunakan pendekatan berbasis komunikasi. Sudah banyak sekolah yang mengubah metode pembelajaran dari berbasis grammar dan struktur menjadi berbasis keterampilan komunikasi.

“Dengan adanya koran masuk sekolah akan menjadi sumber daya yang penting di dalam program pembelajaran bahasa Inggris,” katanya.
Jusuf Wanandi mengatakan, melalui koran masuk sekolah ini pihaknya menerapkan metode pembelajaran Bahasa Inggris, dengan menggunakan surat kabar sebagai sumber pembelajaran. Surat kabar, kata dia, memuat berita aktual yang menyangkut seluruh kehidupan masyarakat, masalah politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, dan olah raga. Seluruh berita tersebut selalu terkini,  setiap hari berubah sesuai dinamika kehidupan masyarakat.

“Dengan menggunakan sumber pembelajaran dari surat kabar, murid-murid akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang sarat pengetahuan, kreatif, dinamis, dan mengetahui apa yang terjadi di lingkungan sekolah, kota, negara, juga dunia,” katanya.
Abdul Hamid Batubara menyampaikan, program ini telah diuji sebelumnya pada 2008 dan 2009 di beberapa sekolah di sekitar wilayah operasi Chevron.

“Insya Allah melalui koran masuk sekolah ini kita harapkan kemampuan bahasa Inggris, serta minat baca peserta didik dapat semakin meningkat, sehingga mereka siap untuk bersaing di tataran global,” katanya.
Rafif Muhammad Rizqullah, siswa kelas 12 Jurusan IPA SMAN 1 Bekasi, mengaku senang dengan adanya program ini. Menurutnya, sebagai pelajar dia dapat menggunakan koran untuk mencari informasi sekaligus sarana untuk belajar Bahasa Inggris.

“Saya menggunakan koran sebagai materi bacaan untuk kontes debat Bahasa Inggris,” katanya.
Susan Ardjawi, siswi kelas 12 Jurusan Usaha Perjalanan Wisata SMKN 57 Jakarta, mengatakan, kemampuan bahasa Inggris merupakan keharusan di bidang pariwisata. Koran, kata dia, dapat dijadikan sebagai sumber informasi dan sarana belajar membaca. “Koran adalah media yang murah dan efektif untuk pembelajaran,” katanya.

Info Kisi-kisi SDMI SDLB 2012-2013

Setelah Melakukan Re-Indeksasi melalui Sahabat Blog Akhirnya Ketemu Juga Lubang Dokumen sekaligus File yang bisa di Unduh
kisi-kisi-sdmi-sdlb-tahun-2012-2013
Iklan Sedikit
Menerima Pembuatan Blog Simple dan Hemat Opening, Harga Dapat Dinegosiasikan, Segera Hubungi Saya via SMS/CALL Hp 083869947288 - Fauzan Gebang Kalisabuk

Aturan Penyusunan Portofolio Guru




Batas minimal kelulusan (passing grade) adalah 850 yang terdiri dari 3 unsur penilaian :


A. Unsur Kualifikasi dan Tugas Pokok
1. Kualifikasi akademik
2. Pengalaman mengajar
3. Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
 Total skor unsur minimal 340Ø
 Komponen 3 minimal 120Ø
 Tidak boleh ada komponen yang kosongØ


B. Unsur Pengembangan Profesi

1. Pendidikan dan latihan/workshop
2. Penilaian atasan dan pengawas
3. Prestasi akademik
4. Karya pengembangan profesi
 Total skor unsur minimal 300Ø
 Skor komponen 2 minimal 35Ø
 Guru daerah khusus total skor unsur minimal 200Ø


C. Unsur Pendukung Profesi
1. Keikutsertaan dalam forum ilmiah
2. Pengalaman organisasi bidang kependidikan dan atau sosial
3. Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan
 
Total skor tidak boleh nol (minimal harus ada)Ø
Yang perlu diperhatikan




1. Kualifikasi akademik
Ijazah harus sesuai dengan bidang studi yang diampunya saat pengajuan portofolio


2. DIKLAT/WORKSHOP
 Sertifikat dikeluarkan oleh instansi/lembaga/organisasi pendidikanØ
 Disertai hasil kerja/produk untuk kegiatan workshop yangØ ditandatangani penyelenggara kegiatan dan atau kepala sekolah, sedang DIKLAT tidak disertakan hasil kerja
 Diklat/workshop 1 hari = 10 jamØ
 Pendidikan prajabatan/STTPL yang digunakan sebagai persyaratan PNS tidak diperhitungkanØ
 Sertifikat Diklat/workshop yang mendapat penilaian adalah kegiatanØ yang secara langsung meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru (relevan) atau kegiatan yang materinya mendukung kinerja profesional guru (kurang relevan)
 Kegiatan yang pelaksanaannya kurang dari 8 jam tidak dapat diajukan sebagai bahan penilaianØ


3. Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
 Mengumpulkan 5 buah RP/RPP/SP yang berbeda materi/pokok bahasannyaØ
 RP/RPP/SP sekurang-kurangnya harus memuat :Ø
a. Rumusan tujuan pembelajaran
b. Pemilihan materi ajar/rangkuman materi esensial/pokok
c. Pengorganisasian materi ajar (pembagian waktu/kesesuaian antara materi dengan waktu yang tersedia)
d. Pemilihan sumber/media belajar (disesuaikan dengan skenario pembelajaran)
e. Kerincian skenario pembelajaran (diuraikan tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran dari pendahuluan hingga kegiatan penutup)
f. Kesesuaian teknik penilaian dengan tujuan pembelajaran (contoh : jika ada kegiatan praktikum berarti salah satu jenis penilaian yang digunakan adalah penialaian kinerja/unjuk kerja dsb)
g. Kelengkapan instrumen pembelajaran (instrumen apa saja yang termuat dalam RPP harus ada penjabarannya, mulai materi, alat peraga, soal penilaian/tes dan pedoman penskoran)
 RPP merupakan indikator pertama untuk melakukan penilaian dokumen PFØ lainnya, jika RPP tidak memenuhi syarat kelayakan (Instrumen Penialaian RPP) maka dokumen lainnya tidak akan berpengaruh


4. Kecermatan dalam memasukkan setiap unsur penilaian akan sangat menentukan tingkat kelulusan


5. Dokumen berupa karya tulis/karya ilmiah/PTK harus dilampiri bukti photo pelaksanaan kegiatan


6. Alat peraga/media pembelajaran karya sendiri dilampiri bukti photo mulai 0% (bahan baku), proses pembuatan samapai penggunaan dalam KBM


Komponen RPP adalah :


1. Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.


2. Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemam¬puan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.


3. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran ter¬tentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompe¬tensi dalam suatu pelajaran.


4. Indikator pencapaian kompetensi
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja opera¬sional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.


5. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.


6. Materi ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompe¬tensi.


7. Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan un¬tuk pencapaian KD dan beban belajar.


8. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembela¬jaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situ¬asi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI.


9. Kegiatan pembelajaran
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan un¬tuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di¬lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang¬kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan un¬tuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.


10. Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kom¬petensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.


11. Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kom-petensi.
PTK
Penelitian tindakan kelas/PTK adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secar kolaboratifdan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.

Pelaporan PTK, minimal harus memenuhi hal – hal berikut :

1. Judul : ada permasalahan, pemecahan masalah, subyek PTK


2. Pengesahan oleh kepala sekolah, ketua PGRI, ketua UPT kecamatan (untuk guru SD), kepala dinas pendidikan


3. Abstrak meliputi : judul dan nama penulis, latar belakang tujuan dan manfaat, metode penelitian, hasil penelitian, kata kunci


4. Dafatr isi, daftar gambar, daftar tabel, pernyataan keaslian tulisan (jika dipandang perlu)


5. Pendahuluan :
a. Latar belakang masalah
b. Rumusan masalah
c. Tujuan penelitian
d. Manfaat penelitian
e. Ruang lingkup
f. Definisi operasional penelitian/definisi istilah (jika perlu)


6. Kajian Pustaka
a. Uraian tentang variabel 1
b. Uraian tentang variabel 2
c. Kaitan variabel 1 dengan 2


7. Metode penelitian
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Pengamatan
d. Refleksi
e. Subyek penelitian
f. Teknik pengumpulan data
g. Instrumen penelitian
h. Penyiapan partisipan
i. Analisis data


8. Hasil pembahasan
a. Perencanaan siklus 1
b. Pelaksanaan siklus 1
c. Pengamatan siklus 1
d. Refleksi siklus 1
e. Perencanaan siklus 2
f. Pelaksanaan siklus 2
g. Pengamatan siklus 2
h. Refleksi siklus 2
i. De-es-te menyesuaikan
j. Pembahasan siklus/perbandingan antar siklus


9. Penutup
a. Simpulan : merupakan jawaban dari rumusan masalah
b. Saran : terkait dengan simpulan penelitian
c. Daftar pustaka : hanya buku yang dirujuk saja dan ditulis dengan aturan tata tulis ilmiah


10. Lampiran :
a. Kelengkapan RPP
b. Kelengakapan instrumen penelitian
c. Bahan perlakuan : materi ajar, perlengkapan, dan alat-alat tes
d. Surat ijin penelitian (jika ada)
e. Data pendukung lain (bukti otentik bahwa telah dilakukan penelitian) berupa photo kegiatan, denah/bagan, hasil karya siswa dsb

MEDIA/ALAT PERAGA PEMBELAJARAN


Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan peserta sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta pembelajaran.
Sistematika pelaporan media/alat peraga pembelajaran


1. Halaman judul
2. Lembar pengesahan
3. Lembar pernyataan
4. Pendahuluan


MATA PELAJARAN : ……………..
KELAS / SEMESTER : ………………..
MATERI POKOK : ………………….



A. KOMPETENSI DASAR


B. INDIKATOR


C. JENIS MEDIA


D. RASIONAL DAN MANFAAT
Digunakan untuk menunjukkan bahwa makhluk hidup/hewan juga melakukan pernapasan.
E. RANCANGAN


1) Alat dan Bahan
2) Proses Pembuatan


F. PENGGUNAAN
 Digunakan untuk ………………………………………………… ;Ø
 Cara kerja : ………………………………………………………Ø


G. SIMPULAN DAN SARAN
1. Sebuah media yang tepat dan sesuai dengan materi pelajaran akan sangat membantu siswa dalam menyusun sebuah konsep pengetahuan ;
2. …………………………………………………………………………………………..


H. PHOTO PROSES
a) Photo alat dan bahan yang dibutuhkan
b) Photo proses pembuatan
c) Photo pemakaian alat peraga dalam KBM

Sumber Artikel ini Dari Bang Windowsbie7

Info Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Bersama tentang Penataan dan Pemerataan Guru PNS

Di awal tahun 2012 kali ini, Alhamdulillah koneksi internet lancar. Setelah beberapa hari koneksi agak bermasalah, akhirnya hari ini bisa upload file juga. Sehubungan banyaknya teman-teman guru yang menanyakan tentang peraturan bersama 5 menteri yang membahas masalah penataan guru (mutasi guru) yang katanya guru PNS bisa dipindahkan dari propinsi yang satu ke propinsi yang lain. Dan bagi yang tidak mau dimutasi maka akan  di-PHK terutama bagi guru yang sudah bersertifikasi. Untuk itu berikut tentang petunjuk teknis pelaksanaan peraturan bersama lima menteri tentang penataan dan pemerataan guru.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca isi dari Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Bersama tentang Penataan dan Pemerataan Guru berikut ini :

Peraturan bersama menteri pendidikan nasional, menteri negara pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi, menteri dalam negeri, menteri keuangan, dan menteri agama Nomor: 05/x/pb/2011,spb/03/m.pan-rb/10/2011,48 tahun 2011,158/pmk.01/2011,11 tahun 2011 tahun 2011 tentang penataan dan pemerataan guru Pegawai Negeri Sipil merupakan implementasi dari amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, khususnya yang berkaitan dengan tugas guru dan pengawas dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.

Agar penataan dan pemerataan guru dapat direalisasikan dengan baik, maka perlu pemahaman yang sama antara berbagai pihak yang berkepentingan. Untuk itu, diperlukan sebuah petunjuk teknis yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah provinsi atau kabupaten/kota, dinas pendidikan kabupaten/kota, dinas pendidikan provinsi, dan unsur lain yang terkait dengan pelaksanaan penataan dan pemerataan guru pegawai negeri sipil

Petunjuk Teknis ini disusun sebagai acuan dalam implementasi peraturan bersama 5 menteri dimaksud. Petunjuk Teknis ini berisi hal-hal yang berkaitan dengan perhitungan kebutuhan guru, kriteria guru yang dipindahkan, wewenang instansi terkait terhadap pelaksanaan penataan dan pemerataan guru baik pemerintah maupun pemerintah daerah

Karena halaman sebanyak 82 halaman, maka untuk lebih lengkapnya silahkan download dari link di bawah ini:


Tips Cara Cepat Menghitung Kuadrat Angka Yang Belakangnya Lima

"Tiada Kata Seindah Doa"



Ilmu matematika jika mengetahui kuncinya jelas lebih mudah dibandingkan ilmu pelajaran yang lain. Semua tergantung dari kemauan kita. Jika diri kita mau mempelajarinya, sebetulnya banyak hal yang sepertinya sulit ternyata sangat mudah sekali.


Kali ini akan dibahas mengenai cara mudah mencari nilai kuadrat dari bilangan yang belakangnya lima (5, 15, 25. ...)

Langsung saja berikut langkah-langkahnya :
  1. Tulis angka 25 pada hasil paling belakang
  2. Kalikan angka di depan angka 5 dengan kakaknya (ditambah 1)
  3. Selesai dan dapat hasilnya
Contoh 1:
152 = 225
Caranya:
Tulis angka 25 pada bagian paling belakang (.....25)
Kemudian 15 depan angka 5 adalah angka 1, maka kalikan angka 1 dengan angka 2 didapat nilai 2 (hasilnya 225)

Contoh 2 :
352 = 1225
Caranya:
Tulis angka 25 pada bagian paling belakang (....25)
35 depan angka 5 adalah 3. Kalikan 3 dengan 4 didapat 12 (hasilnya 1225)

Kesimpulan:
Angka di depan angka 5 selalu dikalikan dengan 1 angka di atasnya.
Jika 1 maka dikali dengan 2
Jika 2 maka dikali dengan 3
Jika 3 dikali dengan 4
Dan seterusnya

Tips Kiat-kiat Belajar Matematika Dengan Mudah



Setelah beberapa hari tidak bisa update blog ini karena kesibukan mengurus anak-anak kemah, mengurus cap tiga jari pada ijazah, dan juga mengurus raport, Alhamdulillah hari ini bisa kembali menulis walaupun sebetulnya koneksi internet tidak lancar.

Tidak dipungkiri bahwa pelajaran matematika banyak ditakuti oleh siswa mulai dari SD sampai SMA, bahkan sampai mahasiswa-pun kadang kesulitan belajar matematika. Anda termasuk di dalamnya...? Silahkan baca paparan berikut........!


Belajar matematika ibarat memanjat pohon harus dimulai dari bawah, tidak langsung naik sampai puncak. Memanjat harus pelan-pelan mulai dari paling bawah, jika bagian bawah belum diinjak secara sempurna jelas mustahil untuk bisa menginjak yang atasnya. Jika hal ini dipaksakan kemungkinan besar akan terjatuh. Begitu pula dengan belajar matematika, jika konsep yang paling bawah belum dikuasai maka konsep berikutnya akan sulit dikuasai.

Maka dari itu untuk bisa belajar matematika sudah seharusnya konsep-konsep dasar matematika harus dikuasai terlebih dahulu. Konsep-konsep dasar mayoritas diajarkan di sekolah dasar (SD). Mayoritas anak-anak yang Matematika saat SD kesulitan pada jenjang SMP juga lebih merasa kesulitan.

Sebetulnya konsep matematika itu sangatlah mudah tanpa harus menghafal, cukup dipahami dan dimengerti. Salah satu contohnya ketika mendapatkan konsep dasar tentang penjumlahan yang diajarkan kelas 1 SD. Ketika kelas 1 SD diajarkan 1+1=2, 2+3=5 dan seterusnya, maka anak tidak perlu menghafal sampai ribuan. Ketika konsep ini dikuasai jelas anak akan mudah untuk menghitung bilangan-bilangan yang lebih tinggi. Tanpa menghafal siswa bisa menjumlahkan bilangan 2000 dan 5000 atau yang lainnya. Apakah anak perlu menghafal 2000+5000=7000.....? jawabannya pasti tidak....! inilah mudahnya belajar matematika, cukup memahami konsep tidak perlu menghafal.

Untuk itu jika kita ingin bisa belajar matematika secara mudah, maka sudah sepantasnya saat sekolah dasar konsep-konsepnya harus kita kuasai terlebih dahulu. Karena konsep-konsep saat SMP tidak lepas dari konsep yang diajarkan saat SD.

Berikut kiat belajar matematika yang efektif :

Saat di sekolah (SMART) :

1.      Siapkan pelajaran dengan baik. Dalam hal ini bisa dilakukan dengan membawa perlengkapan belajar dan telah mengerjakan PR
2.      Menyimak uraian guru dengan baik dan penuh konsentrasi. Sampai sekarang saya yakin semua orang masih ingat materi kelas 1 SD, tidak perlu dihafal kitapun akan selalu bisa untuk menghitung penjumlahan. Mengapa ini terjadi....? karena saat kelas 1 SD mayoritas siswa masih mau memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Tetapi ketika sudah mulai menginjak kelas 3 dan seterusnya, kadang saat guru menjelaskan uraian materi siswa lebih cenderung berbicara dengan teman atau tidak konsentrasi menerima pelajaran (melamun, main sendiri, dsb) sehingga uraian yang diberikan guru tidak sepenuhnya diterima. Ini menyebabkan konsep tidak bisa dipahami sempurna, yang mengakibatkan konsep berikutnya akan lebih sulit diterima.
3.      Aktif bertanya jika ada uraian guru yang tidak jelas
4.      Rajin mengerjakan tugas. Dengan seringnya berlatih mengerjakan soal pada pelajaran matematika, maka akan semakin memudahkan untuk memahami suatu konsep. Karena pada dasarnya matematika akan mudah diingat dan dipahami dengan banyak latihan mengerjakan soal.
5.      Tuliskan rangkuman apa yang sudah diampaikan oleh guru.

Saat di rumah (CERDAS) :

1.    Catat teori, rumus dan konsep matematika. Untuk memudahkan dan mengingat, tempelkan catatan rumus pada tempat yang strategis (depan meja belajar) sehingga bisa dibaca kapan saja.
2.      Efisien menggunakan waktu belajar
3.      Rajin mengerjakan soal-soal latihan
4.      Disiplin belajar, terartur, dan koefisien
5.      Aktif bertanya pada teman yang lebih pandai atau orang lain yang lebih menguasai.
6.      Serahkan kepada Allah SWT dengan perbanyak berdo’a

Demikian kiat belajar matematika yang dirangkum dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi. Semoga bisa dijadikan sebagai referensi dalam mempelajari matematika. Sehingga anggapan matematika sulit tidak akan muncul kembali pada diri kita.

Matematika sebetulnya mudah (baca kembali posting "Matematika Mudah"), hanya kadang diri kita saja yang menganggap sulit. Kemauan, ketekunan dan do’a merupakan kunci utama sukses belajar matematika.

Sumbernya dan semoga bermanfaat